Mixed media installation:
Steel, batik, painting, wooden shadow puppet masks, aluminum wuwung, blencong, wooden gong, drawing, and silkscreen on a goni sack installation.
Gegerboyo, an art group based in Yogyakarta, the ancient capital of Indonesia, classified the important historical events that led to the development of Javanese civilization into five periods and created their artworks according to the lyric rules of tembang macapat, a traditional Javanese song that also influenced gamelan; “The Majapahit Era (tembang Mijil)”, “The Ancient Mataram Era (tembang Kinanthi)”, “The Islamic Mataram Era (tembang Asmarandhana)”, “The Colonial Era (tembang Dhandanggula)”, “Japan and the Era of Indonesian Independence (tembang Megatruh)”.
Kingdoms and nations, Hinduism and Java, Buddhism and Islam, indigenous peoples and colonial forces, emperors and sultans. By systematically classifying and examining these major historical events, the project aims to prove that Javanese civilization was influenced by various cultures and religions, sometimes overlapping and coexisting with them while interacting with each other, and accepted new civilizations. This has created the mixture of Asian cultures, which is the characteristic of Java today. Shedding light on the attitudes, changes, adaptations and influences that have come about on Java Island due to the spread of such foreign civilizations, created a new installation work that includes visuals, sounds and performances.
***
Instalasi media campuran:
Baja, batik, lukis, topeng kayu pada wayang kulit, wuwung aluminium, blencong, kentongan kayu, drawing dan silkscreen di atas instalasi goni.
Gegerboyo adalah sebuah kelompok seni yang berbasis di Yogyakarta, yang dulu pernah menjadi Ibukota Indonesia, mengklasifikasikan peristiwa-peristiwa sejarah penting yang berkontribusi pada perkembangan peradaban Jawa ke dalam lima periode dan menciptakan karya seni mereka sesuai dengan aturan lirik tembang macapat, sebuah lagu tradisional Jawa yang juga mempengaruhi gamelan; “Era Majapahit (tembang Mijil)”, “Era Mataram Kuno (tembang Kinanthi)”, “Era Mataram Islam (tembang Asmarandhana)”, “Era Kolonial (tembang Dhandanggula)”, “Jepang dan Era Kemerdekaan Indonesia (tembang Megatruh)”.
Kerajaan dan bangsa, Hindu dan Jawa, Buddha dan Islam, masyarakat adat dan kekuatan kolonial, raja-raja dan sultan. Dengan mengklasifikasikan dan memeriksa secara sistematis peristiwa-peristiwa sejarah besar ini, proyek ini bertujuan untuk membuktikan bahwa peradaban Jawa dipengaruhi oleh berbagai budaya dan agama, terkadang tumpuk undung dan hidup berdampingan satu sama lain, serta berinteraksi dan menerima peradaban baru. Hal ini yang kemudian menciptakan campuran budaya Asia yang menjadi ciri khas Jawa saat ini. Dengan mencoba menyoroti sikap, perubahan, adaptasi, dan pengaruh yang muncul di Pulau Jawa akibat penyebaran peradaban asing, tercipta sebuah karya instalasi baru yang mencakup visual, suara, dan pertunjukan.
Yuka Takahashi
Arts Maebashi Japan
2024