Mixed media installation:
Painting on canvas and paper, GB flag, mural
Memayu Hayuning Bawana in Indonesian means ‘beautifying the beauty of the world’. In Javanese people’s point of view, the concept of Memayu Hayuning Bawana is a philosophy to live in the world wisely and united with nature. A fundamental behavior to always maintain and love nature. Not everyone has the urge and able to live in the world while caring for the world at the same time, then comes the destruction of nature, and the fragility of tolerance between living things. This works is a collection of several visuals that representing explosions of problems, ranging from evil to kindness, getting lost about the concept of the Queen of the South Sea, drunk on the concept of trust, illegal logging, and deforestation, until development of modernity stuttering.
***
Instalasi media campuran:
Lukisan di atas kanvas dan kertas, bendera GB, mural
Memayu Hayuning Bawana dalam Bahasa Indonesia diartikan ‘memperindah keindahan dunia’. Dalam pandangan orang Jawa, konsep memayu hayuning bawana adalah falsafah untuk hidup di dunia dengan arif dan menyatu dengan alam. Sebuah perilaku yang mendasar untuk selalu menjaga dan mencintai alam. Tidak semua orang mau dan mampu hidup di dunia sekaligus merawat dunia, dari sana kemudian timbul kerusakan alam, dan rapuhnya toleransi antar makhluk hidup. Karya ini merupakan kumpulan dari beberapa visual yang mewakili ledakan masalah, mulai dari keburukan hingga kebaikan, tersesat tentang konsep Ratu Laut Selatan, mabuk konsep kepercayaan, penebangan dan penggundulan liar hutan, sampai gagap tentang perkembangan mordernitas.
Gegerboyo
Yogyakarta, Indonesia
2019